Tangga Menuju Kebebasan Finansial: Rahasia Perjalanan para Konglomerat


(Sumber gambar: pensiunmuda.net) 

Mencapai kebebasan finansial ibarat menaiki tangga, kita semua pasti bisa asalkan secara konsisten menaikinya satu per satu dan memastikan fondasinya stabil

Pernahkah kalian menaiki tangga?Tentu saja sudah pernah bahkan sering. Tapi bagaimana dengan tangga keuangan? Mungkin sedikit terdengar asing bagi kita, tapi tangga keuangan ini tidak asing loh di mata para konglomerat. Yuk mari kita temukan rahasianya disini

  • Tangga Pertama: Ketergantungan pada orang lain (Financial Dependence)

Semua orang memulai tangga perjalanan keuangannya di tahap ini. Sejak lahir kita bergantung pada orang tua atau keluarga besar untuk semua kebutuhan hidup kita sampai sekolah, kuliah, dan bahkan awal2 bekerja. Jika kita sudah mulai bekerja atau berbisnis tapi penghasilan masih kurang dari pengeluaran maka kita masih dikatakan berada di tangga pertama ini. Di fase ini, kita sangat perlu mengidentifikasi mana yang menjadi wants dan needs kita. Istilahnya kita harus bisa mengatur cash flow tiap bulannya dan membuat daftar pengeluaran lebih rinci. Alhasil, kita bisa mengetahui mana saja item pengeluaran yang sebenarnya tidak diperlukan.

  • Tangga Kedua: Mencukupi Kebutuhan sehari-hari (Financial Solvency)

Setelah mulai menghasilkan uang sendiri maka kita memasuki tangga berikutnya dan ini merupakan pondasi paling penting menuju kebebasan finansial. Mengapa demikian? `Karena kita mempunyai penghasilan aktif dari bekerja atau berbisnis yang sudah mencukupi kebutuhan sehari-hari  dan pengeluaran bulanan, seperti; bayar listrik, air, internet, biaya transportasi, biaya belanja bulanan, biaya cicilan rumah atau kendaraan, makanan, minuman dan asuransi kesehatan. Kita bisa dikatakan sudah berada di tangga kedua ini asalkan pemasukan kita minimal sama atau  bahkan lebih besar dari pengeluaran kita. Namun, sayangnya berdasarkan datanya mayoritas orang terjebak di tahap ini dan tidak bisa naik ke tangga berikutnya karena tidak memiliki pengelolaan keuangan yang baik. Idealnya alokasi uang pada fase ini sudah dijelaskan di postingan sebelumnya dengan judul "Ternyata untuk Bebas Finansial di Masa Depan, Kita Harus Memiliki 5 Jenis Uang ini Sejak Dini Loh!". Bagaimana cara mudahnya memastikan alokasi uang ini berjalan?Ikuti saja postingan selanjutnya nanti ya.

  • Tangga Ketiga: Kestabilan Keuangan (Financial Stability)

Saat kita sudah bisa membayar semua tagihan dan biaya pengeluaran bulanan maka harusnya ada sisa penghasilan aktif bulanan yang bisa ditabung. Kita sebaiknya menggunakannya untuk menabung dana darurat (emergency fund) terlebih dahulu. Dana darurat adalah dana yang dipakai jika ada kebutuhan keuangan penting yang mendadak dan darurat seperti PHK, keluarga sakit atau kecelakaan. Besar Idealnya adalah enam sampai dengan satu tahun pengeluaran tiap bulannya. Besaran dana darurat ini disesuaikan dengan status dan kondisi yang akan kita bahas di postingan selanjutnya. Dana ini adalah antisipasi agar kita masih bisa bertahan hidup sehari hari sambil mencari pemasukan lainnya. Bagi orang yang tidak bisa mencapai angka ideal dana darurat pasti dikarenakan tabungannya dipakai untuk gaya hidup seperti travelling, belanja keperluan lifestyle yang tidak penting, dll. Sebaiknya hal ini sesegera mungkin dikendalikan dan selalu hindari segala hutang yang tidak produktif. Kita harus selalu ingat hasil kerja keras selama ini jangan sampai hilang begitu saja tanpa investasi dan selalu cermat mengenai investasi yang akan kita ambil beserta segala resiko dan term hasilnya nanti.

  • Tangga 4: Keamanan Finansial (Financial Security)

Keamanan keuangan (Financial Security) adalah fase dimulainya kita menghasilkan uang dari penghasilan pasif (Passive income). Penghasilan pasif bisa didapatkan dari investasi uang (Kontrakan atau Kost-kostan, deposito, bisnis, Peer to peer lending) dan investasi waktu & usaha (Royalti, apps, website atau blog). Ketika penghasilan pasif kita dapat membayar semua biaya kebutuhan hidup dasar sehari-hari maka kita bisa mencapai tangga ini dan memiliki fondasi yang kuat untuk bisa mencapai kebebasan keuangan. Kebutuhan biaya hidup dasar berbeda-beda tergantung individu. Di daerah tertentu di Indonesia bisa dicapai dengan 500 ribu rupiah per bulan sementara di kota besar seperti Jakarta bisa mencapai 25 juta rupiah per bulan dan hanya kurang dari 5% populasi tenaga kerja produktif yang bisa mencapai tahap ini. Kita bisa dikatakan berada di fase Ini ketika kita sudah tidak punya cicilan hutang kartu kredit atau hutang lainnya.

  • Tangga 5: Kemandirian Finansial (Financial Independence)

Kita bisa dikatakan telah menapaki tangga ini ketika penghasilan pasif kita sudah bisa memenuhi biaya kebutuhan hidup dasar dan semua biaya gaya hidup (lifestyle) yang kita jalani saat ini. Jika kita sudah bisa memenuhi kebutuhan hiburan umumnya saat ini seperti makan di luar 2-3 kali setiap minggu, bisa travelling ke luar negeri, bisa pergi nonton konser, dll, maka selamat kita sudah mencapai tahap kemandirian finansial dan bisa hidup normal tanpa perlu aktif bekerja dan berbisnis. Kita bisa mempunyai banyak waktu bersama keluarga, menikmati dan menyalurkan hobi atau passion kita yang tertunda selagi muda serta bekerja sosial untuk masyarakat. Untuk bisa berada di fase ini tentu saja kita sudah harus memiliki investasi yang banyak dan bisnis autopilot sehingga kita tidak perlu lagi menukar waktu untuk uang, melainkan uang yang bekerja untuk kita.

  • Tangga 6: Kebebasan Finansial (Financial Freedom)

Jika penghasilan pasif kita bisa membayar gaya hidup atau lifestyle melebihi gaya hidup yang kita jalani saat ini, tentu saja kita sudah menapaki tangga perjalanan keuangan terakhir yaitu kebebasan finansial. Di fase ini kita sudah bisa membeli mobil sport impian, membeli rumah impian, travelling ke negara-negara impian kapanpun, berbagi ke lebih banyak orang, dan hal apapun yang kita inginkan tanpa perlu pusing memikirkan tentang uang lagi. Kita bisa fokus hidup untuk beribadah, membantu orang lain lebih banyak lagi atau hanya sekedar menikmati hidup hasil kerja keras perjalanan menaiki tangga keuangan ini.

Jadi sudah di tangga ke berapa kita? Pastinya hanya kita sendiri yang bisa menjawab. Semoga bisa bermanfaat ya. Jangan lupa ikuti terus post an berikutnya ya! Jika kalian ada komentar silahkan tulisan komentar kalian di bawah ini ya. 

Kalian juga bisa kontak langsung CP di bawah ini untuk diskusi bersama atau konsultasi gratis loh

#4YourBetterFinancial

For More Info:
Angelo Arthur
Whatsapp 0895320725412
Instagram angelo.arthur

Comments

Popular posts from this blog

Memahami Segitiga Asuransi dan Kegunaannya

Mengenal 6 Produk Asuransi yang Pasti Kita Butuhkan Dalam Hidup

Kakeibo, Cara Mudah Atur Uang Ala Orang Jepang